Ada masa ketika saya mengira bahwa perjalanan hidup harus selalu bergerak maju. Saya ingin segera sampai, ingin melihat hasil dari setiap usaha, dan ingin memastikan bahwa waktu yang saya habiskan tidak berlalu dengan sia-sia.

Namun, kehidupan tidak selalu berjalan menurut arah yang kita tentukan.

Ada langkah yang harus terhenti. Ada rencana yang tidak menemukan jalannya. Ada pula pertemuan yang meninggalkan pelajaran jauh lebih lama daripada kehadirannya.

Dari sana saya mulai memahami bahwa perjalanan bukan hanya tentang seberapa jauh seseorang melangkah, tetapi juga tentang apa yang berubah dalam dirinya selama perjalanan itu berlangsung.

Saya belajar menerima bahwa tidak semua yang hilang harus ditemukan kembali. Tidak semua yang berakhir harus disesali. Dan tidak semua keterlambatan berarti kegagalan.

Terkadang, kita memang perlu berjalan lebih lambat agar dapat melihat sesuatu yang selama ini terlewatkan.

Kini, saya tidak lagi ingin mengukur hidup hanya dari pencapaian. Saya ingin mengingat bagaimana saya melewati masa-masa sulit, bagaimana saya tetap berusaha ketika keadaan tidak mudah, dan bagaimana saya menjaga diri agar tidak kehilangan nilai-nilai yang saya percaya.

Sebab, pada akhirnya, perjalanan terpanjang bukanlah perjalanan menuju suatu tempat, melainkan perjalanan memahami diri sendiri.

Karya Catatan lainnya